Monday, August 7, 2017

Teori akuntansi tentang beban

A.    PENGERTIAN BIAYA / BEBAN
Pengertian biaya tidak dapat dipisahkan dengan pengertian kos dan aset serta rugi (loss). APB menjelaskan, biaya timbul hanya dalam kaitannya dengan kegiatan penciptaan laba yang mengakibatkan perubahan ekuitas. Pengiriman barang (direpresentasi dengan kos barang terjual) dalam transaksi penjualan merupakan biaya karena hasil bersih (net result) penjualan tersebut adalah perubahan ekuitas. Di lain pihak, timbulnya kewajiban untuk pembelian aset bukan merupakan biaya karena ekuitas tidak dapat berubah pada saat pembelian tersebut. Dengan makna yang hampir sama, IAI (IASC) mendefinisikan biaya dalam Standar Akuntansi Keuangan (2002) sebagai berikut: Beban adalah penurunan manfaat ekonomi selama suatu periode akuntansi dalam bentuk arus keluar atau berkurangnya aktiva atau terjadinya kewajiban yang mengakibatkan penurunan ekuitas yang tidak menyangkut pembagian kepada penanam modal.
     
B.     PENGAKUAN BIAYA / BEBAN
Pada dasarnya cost memiliki dua kedudukan penting, yaitu : sebagai aktiva (potensi jasa) dan sebagai beban pendapatan (biaya). Proses pembebanan cost pada dasarnya merupakan proses pemisahan cost. Oleh karena itu agar informasi yang dihasilkan akurat, bagian cost yang telah diakui sebagai biaya pada periode berjalan dan bagian cost yang akan dilaporkan sebagai aktiva (diakui sebagai biaya periode mendatang) harus dapat ditentukan dengan jelas. Ada dua masalah yang muncul sehubungan dengan pemisahan cost tersebut yaitu :
1.      Kriteria yang digunakan untuk menentukan cost tertentu yang harus dibebankan pada pendapatan periode berjalan.
2.      Kriteria yang digunakan untuk menentukan bahwa cost tertentu ditangguhkan pembebanannya.
Semua cost dapat ditangguhkan pembebanannya sebagai biaya, apabila cost tersebut memenuhi kriteria sebagai aktiva yaitu :
a)      Memenuhi definisi aktiva (memiliki manfaat ekonomi masa mendatang, dikendalikan perusahaan berasal dari transaksi masa lalu).
b)      Ada kemungkinan yang cukup bahwa manfaat ekonomi masa mendatang yang melekat pada aktiva dapat dinikmati oleh entitas yang menguasai.
c)      Besarnya manfaat dapat diukur dengan cukup andal.

Dari uraian di atas, secara umum dapat dirumuskan bahwa berdasarkan konsep penandingan (matching), pengakuan biaya pada dasarnya sejalan dengan pengakuan pendapatan. Apabila pengakuan pendapatan ditunda, maka pembebanan biaya juga ditunda. Untuk mengatasi berbagai perbedaan pendapat tentang pengakuan biaya, biasanya badan berwenang mengeluarkan aturan tertentu untuk mengakui biaya. IAI (1994), misalnya, dalam Konsep Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan menyatakan :

“Beban diakui dalam laporan rugi laba kalau penurunan manfaat ekonomi masa   datang yang berkaitan dengan penurunan aktiva atau kenaikan kewajiban telah   terjadi dan dapat diukur dengan andal”.(paragrap 94).”
  
C.    PENGUKURAN BIAYA / BEBAN
Sejalan dengan penilaian aktiva dapat diukur atas dasar jumlah rupiah yang digunakan untuk penilaian aktiva dan hutang. Oleh karena itu, pengukuran biaya dapat didasarkan pada :
1. Cost historis
Cost historis merupakan nilai pertukaran barang dan jasa pada saat diperoleh perusahaan. Jika harga barang atau jasa lebih besar dari biaya histories, makamerupakan keuntungan atau laba bagi perusahaan saat pendapatan dilaporkan. Begitu juga sebaliknya.Kekurangan dari biaya histories adalah seringkali tidak menyatakan suatu pengukuranrelevan atas barang atau jasa yang digunakan dalam usaha memenuhi tujuan pemakaian eksternal laporan keuangan dan tidak memungkinkan suatu pemisahan biaya operasi dari keuntungan dan kerugian yang timbul dari pembelian atau perubahan harga yang tidak dapat diramalkan.
Penentuan Biaya pada dasarnya, biaya diukur dengan nilai kini dari sumber dayaekonomi yang diserahkan dalam perolehan barang atau jasa yang digunakan dalamoperasi – ini adalah nilai pertukaran. Situasi berikut menyatakan beberapa masalahyang relevan dalam pengukuran beban menurut biaya.
a)      Total harga yang disetujui harus dibayar pada tanggal yang ditangguhkan, dalam kasus tersebut harga yang didiskontokan mungkin merupakan pengukuran beban yang tepat.
b)      Munculnya biaya bersama bisa memungkinkan tidak adanya pemecahan yang memadai untuk pengukuran beberapa jenis beban.
c)      Suatu harga perolehan bukan hasil dari transaksi lugas bisa kurang sah dibandingkan metode pengukuran lain.
d)     Harga perolehan keseluruhan harus mencangkup semua biaya yang penting untuk memperoleh barang atau jasa, tidak hanya harga menurut faktur atau yang tercatat.
2. Cost pengganti / cost masukan terkini (replacement cost / curent input cost)
Cost masukan menunjukkan jumlah rupiah harga pertukaran yang harus dikorbankan sekarang oleh suatu entitas untuk memperoleh aktiva yang sejenis dalam kondisi yang sama contohnya, penilaian untuk persediaan.
3. Setara kas (cash equivalent)
Setara Kas (Cash Equivalent ) Setara kas adalah jumlah rupiah kas yang dapat direalisir dengan cara menjual setiap jenis aktiva di pasar bebas dalam kondisi perusahaan normal. Meskipun pada prakteknya metode pengukuran yang masih banyak digunakan adalah historical cost, namun dengan mulai diadopsinya IFRS di indonesia, maka pengukuran yang sesuai standar adalah dengan menggunakan metode fair value. Dengan demikian, untuk pencatatan beban sebagai akibat dari depresiasi (penyusutan), nilai yang dicantumkan dalam beban adalah nilai selisih antara nilai wajar dengan nilai buku (apabila nilai wajar lebih kecil dari nilai bukunya).
     
D.    PENILAIAN BIAYA / BEBAN
      Penilaian pendekatan biaya ini digunakan untuk penilaian bangunan yaitu dengan cara memperhitungkan biaya-biaya yang dikeluarkan untuk membuat suatu bangunan baru obyek yang dinilai dikurangi penyusutan. Perkiraan biaya dilakukan dengan cara menghitung biaya setiap komponen utama bangunan, material dan fasilitas lainnya.
Langkah-langkah penerapan Penilaian Pendekatan Biaya :
a)      Menentukan biaya pembangunan baru bangunan
b)      Memperkirakan besarnya penyusutan atau depresiasi bangunan
c)      Mengurangi biaya pembangunan baru bangunan dengan penyusutan (depresiasi), sehingga didapat Nilai Bangunan
d)     Menentukan nilai tanah dimana bangunan itu didirikan.
e)      Menambahkan nilai bangunan dan nilai tanah sehingga diperoleh nilai pasar wajar property

E.     PENYAJIAN BIAYA
Penyajian biaya tidak dapat dilepaskan dari penyajian pendapatan dan saran untuk itu adalah statemen laba rugi.
Laporan laba-rugi dapat disusun dalam dua langkah.
a.
Single Step (langkah tunggal)
Penyajiannya semua pendapatan dijumlahkan menjadi satu dikurangi seluruh beban yang ada pada periode laporan.
b.
Multi Step (langkah ganda)
Penyajiannya ialah pendapatan dikelompokkan menjadi pendapatan usaha dan pendapatan di luar usaha. Sedangkan beban dikelompokkan menjadi beban usaha dan di luar usaha. Penyajian dengan langkah ganda akan dapat dilihat laba yang diperoleh dari usaha dan laba yang diperoleh dari luar usaha.
Laporan laba-rugi hendaklah memuat beberapa hal:
1.
Menuliskan nama perusahaan.
2.
Menuliskan jenis laporannya dalam hal ini: laporan laba-rugi.
3.
Menyajikan periode laporan.
4.
Menyajikan pendapatan dan beban, beban ditulis secara rinci dan lengkap. Penulisan beban dimulai dari yang terbesar ke beban terkecil, kecuali beban lain-lain ditulis paling bawah.







F.     PENGUNGKAPAN BIAYA / BEBAN
Pengungkapan  biaya terdiri dari :
a)      Di dalam neraca, jumlah kewajiban yang timbul sebagai akibat perbedaan antara jumlah pendanaan yang telah dilakukan oleh pemberi kerja sejak pembentuk program dengan jumlah yang diakui sebagai beban selama periode yang sama.

b)      Di dalam laporan laba rugi, jumlah diakui sebagai beban selama periode yang bersangkutan;

No comments:

Post a Comment

Silahkan jika anda yang ingin komentar, namun tolong gunakan bahasa yang sopan.

komentar


14 Ways to Treat Fast, Natural Hollow Toothache

Within the tooth there is the name of a tooth pulp consisting of blood vessels, tissues, and sensitive nerves. Toothache can occur when the...